Qur'an Surah Al-Hadid:4

"Dan Dia (Allah) bersamamu di manapun kamu berada, Dan Allah Maha melihat apapun yang kamu kerjakan".

HR. Bukhari dan Muslim

"Janganlah seseorang menyuruh berdiri orang lain dari tempat duduknya kemudian ia duduk disitu."

HR. Baihaqi

"Tiga orang yang tidak tertolak doanya: Imam yang adil, orang yang puasa sampai berbuka, dan orang yang dianiaya."

HR. Ahmad

"Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah."

Ali bin Abi Thalib

"Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang menjaga harta."

Senin, 16 Desember 2013

Ciri taubat yang diterima Allah SWT


Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab "Muqasysyafatul Qulub", ada beberapa ciri yang menunjukkan taubat seseorang diterima, di antaranya.
1. Orang tersebut terlihat lebih bersih dan lebih terpelihara daripada perbuatan maksiat.
Hal itu terjadi kerana dia lebih dapat menahan diri. Dia seolah-olah mempunyai naluri yang memahami. Naluri hatinya ini seakan membuat dirinya terhalang daripada melakukan perbuatan dosa.
2. Orang yang taubatnya diterima, hatinya selalu lapang dan gembira.
Dia merasakannya baik dalam keadaan sendiri maupun ramai. Hati orang ini dihibur oleh Allah sehingga jernih dan lapang.
3. Dia selalu bergaul dengan orang-orang yang soleh dan mencari lingkungan yang baik pula.
Orang yang sudah bertaubat, namun masih kembali ke lingkungan yang tidak baik bermaksud dia belum sungguh-sungguh melakukan taubat. Lain halnya jika dia kembali ke lingkungan yang sama dengan niat untuk mengubah lingkungan itu. Mencari lingkungan yang baik adalah salah satu bahagian yang akan membuatkan agama kita terpelihara.
4. Tingkat amalannya semakin meningkat.
Selain menahan diri daripada perbuatan maksiat, dia juga semakin meningkatkan kualitas sholatnya, saumnya istikomah, malamnya dihidupkan dengan tahajud, dan sedekahnya terus meningkat. Inilah ciri-ciri orang yang taubatnya diterima.
5. Dia sentiasa menjaga lidahnya.
Dia juga sangat serius dalam melakukan amal-amalnya. Semakin hari, kualitas amalnya semakin terus bergerak ke arah yang lebih baik. Dia memiliki kualitas pengendalian lisan dan pikiran dengan baik. Ingatannya selalu kembali kepada Allah. Hal itu dia lakukan secara maksimal sehingga cinta dan kerinduannya kepada Allah semakin mendalam.

Sumber : K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR (AA Gym)

Keutamaan Taubat


Bagi seorang muslim yang telah bertaubat dengan sunguh-sungguh maka Allah akan membalasnya dengan balasan yang tak ada tandingannya dan nikmat yang tiada batasnya.
Sesungguhnya Allah maha pengasih dan maha penyayang.



Dialah Allah swt sebaik-baik pemberi dan sebaik-baik pertolongan.
Begitu banyak keutamaan Taubat, di bawah ini adalah 


13 Keutamaan Taubat

1. Meraih kecintaan Allah ‘azza wa jalla
Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al Baqarah: 222)

2. Mendapat keberuntungan
Allah ta’ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kepada Allah wahai semua orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” 
(QS. An Nuur: 31)

3.Diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas kesalahan-kesalahannya
Allah ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ

“Dialah Allah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan Maha mengampuni berbagai kesalahan.” (QS. Asy Syuura: 25)

Allah ta’ala juga berfirman:

وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاباً

“Dan barang siapa yang bertaubat dan beramal saleh maka sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya.” (QS. Al Furqaan: 71) artinya taubatnya diterima

4. masuk surga dan keselamatan dari siksa neraka
Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ عَمِلُواْ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِن بَعْدِهَا وَآمَنُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن 

بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang mengerjakan dosa-dosa kemudian bertaubat sesudahnya dan beriman maka sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengampun dan Penyayang.” (QS. Al A’raaf: 153)

5. mendapatkan ampunan dan rahmat
Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ عَمِلُواْ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِن بَعْدِهَا وَآمَنُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن 

بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang mengerjakan dosa-dosa kemudian bertaubat sesudahnya dan beriman maka sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengampun dan Penyayang.” (QS. Al A’raaf: 153)

6. berbagai kejelekan diganti dengan berbagai kebaikan

Allah ta’ala berfirman:

وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ 

فِيهِ مُهَاناً إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ

اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Dan barang siapa yang melakukan dosa-dosa itu niscaya dia akan menemui pembalasannya. Akan dilipatgandakan siksa mereka pada hari kiamat dan mereka akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang digantikan oleh Allah keburukan-keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al Furqaan: 68-70)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang yang bertaubat dari suatu dosa sebagaimana orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani)

7. meraih segala macam kebaikan
Allah ta’ala berfirman:

فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

“Apabila kalian bertaubat maka sesungguhnya hal itu baik bagi kalian.” (QS. At Taubah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman:

فَإِن يَتُوبُواْ يَكُ خَيْراً لَّهُمْ

“Maka apabila mereka bertaubat niscaya itu menjadi kebaikan bagi mereka.” (QS. At Taubah: 74)

8. menggapai keimanan dan pahala yang besar
Allah ta’ala berfirman:

إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَاعْتَصَمُواْ بِاللّهِ

 وَأَخْلَصُواْ دِينَهُمْ لِلّهِ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

 وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْراً عَظِيماً

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, memperbaiki diri dan berpegang teguh dengan agama Allah serta mengikhlaskan agama mereka untuk Allah mereka itulah yang akan bersama dengan kaum beriman dan Allah akan memberikan kepada kaum yang beriman pahala yang amat besar.” (QS. An Nisaa’: 146)

9. turunnya barakah dari atas langit serta bertambahnya kekuatan
Allah ta’ala berfirman:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء

 عَلَيْكُم مِّدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ

“Wahai kaumku, minta ampunlah kepada Tuhan kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya niscaya akan dikirimkan kepada kalian awan dengan membawa air hujan yang lebat dan akan diberikan kekuatan tambahan kepada kalian, dan janganlah kalian berpaling menjadi orang yang berbuat dosa.” (QS. Huud: 52)

10. malaikat mendoakan orang-orang yang bertaubat
Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala:

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ

وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ 

رَّحْمَةً وَعِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ 

الْجَحِيمِ

“Para malaikat yang membawa ‘Arsy dan malaikat lain di sekelilingnya senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, mereka beriman kepada-Nya dan memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu-Mu maha luas meliputi segala sesuatu, ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksa neraka.” (QS. Ghafir: 7)

11. termasuk ketaatan kepada kehendak Allah ‘azza wa jalla
Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala:

وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ

أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً

“Dan Allah menghendaki untuk menerima taubat kalian.” (QS. An Nisaa’: 27). Maka orang yang bertaubat berarti dia adalah orang yang telah melakukan perkara yang disenangi Allah dan diridhai-Nya.

12. Allah bergembira dengan taubatmu itu
Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,
 “Sungguh Allah lebih bergembira dengan sebab taubat seorang hamba-Nya ketika ia mau bertaubat kepada-Nya daripada kegembiraan seseorang dari kalian yang menaiki hewan tunggangannya di padang luas lalu hewan itu terlepas dan membawa pergi bekal makanan dan minumannya sehingga ia pun berputus asa lalu mendatangi sebatang pohon dan bersandar di bawah naungannya dalam keadaan berputus asa akibat kehilangan hewan tersebut, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba hewan itu sudah kembali berada di sisinya maka diambilnya tali kekangnya kemudian mengucapkan karena saking gembiranya, ‘Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanmu’, dia salah berucap karena terlalu gembira.”
(HR. Muslim)

13. Hati menjadi bersinar dan bercahaya
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: 
Sesungguhnya seorang hamba apabila berbuat dosa maka di dalam hatinya ditorehkan sebuah titik hitam. Apabila dia meninggalkannya dan beristighfar serta bertaubat maka kembali bersih hatinya. Dan jika dia mengulanginya maka titik hitam itu akan ditambahkan padanya sampai menjadi pekat, itulah raan yang disebutkan Allah ta’ala:

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak akan tetapi itulah raan yang menyelimuti hati mereka akibat apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Muthaffifin: 14) (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Al Albani)

Tunaikanlah taubat yang diharapkan Ilahi
demi kepentinganmu sendiri
Sebelum datangnya kematian dan lisan terkunci
Segera lakukan taubat dan tundukkanlah jiwa
Inilah harta simpanan bagi hamba yang kembali taat dan baik amalnya

Sumber : www.muslim.or.id

Taubat Nasuha



Taubat adalah kembali tunduk kepada Allah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya.
Taubat ada dua macam:
1. Taubat mutlak = bertaubat dari segala perbuatan dosa
2. Taubat muqayyad (terikat) = Sedangkan taubat muqayyad ialah bertaubat dari salah satu dosa tertentu yang pernah dilakukan.

Taubat Nasuha = Taubat yang sebenar-benarnya taubat dengan janji yang ditepati tidak akan mengulangi lagi segala perbuatan yang salah atau dosa tersebut.

Syarat-syarat Taubat Nasuha
Jika dosa hanya kepada Allah

1. Berhenti melakukan maksiat
Hentikan maksiat detik ini juga, jangan di tunda tunda karena umur manusia tidak ada yang tahu, bisa 1 minggu, 1 hari, 1 jam bahkan 1 detik kedepan ajal kita tiba dan saatnya harus mempertanggung jawabkan semuanya.

2. Menyesal atas perbuatnya
Adanya penyesalan setelah bercakap kotor; penyesalan ketika mata melihat kemaksiatan; penyesalan ketika menyakiti orang, adalah sikap-sikap yang menunjukkan adanya kecenderungan untuk bertaubat nasuha. Orang yang tidak menyesal, tidak termasuk taubat. Orang yang bangga dengan dosa-dosa yang pernah dilakukannya, menunjukkan bahawa dia belum sungguh-sungguh untuk bertaubat.

3. Berazam (berjanji dengan sungguh-sungguh) untuk tidak mengulangi dosa itu
Bukan sekadar tidak melakukan dosa, berfikir ke arah sana sahaja tidak boleh. Memang, kita dikurniakan kecenderungan untuk berbuat hal-hal yang negatif. Akan tetapi, bukan bererti harus dituruti. Namun, untuk dihindari, kerana itulah yang akan membuatkan kita mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.

4. Memohon ampun atas segala perbuatan dosa
Memohon ampun kepada Allah boleh dilakukan dengan cara mengucapkan istigfar sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Adam as dan Nabi Yunusas di dalam Al-Quran. Di samping itu, memohon ampun seharusnya dilakukan secara sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam. Inilah salah satu tanda orang yang bersungguh-sungguh dalam taubatnya. Begitu pula dengan ungkapan sedih, menitiskan air mata, dan menggigilnya perasaan adalah ekspresi dari penyesalan yang mendalam.

Jika dosa sesama manusia
Empat Syarat di atas di tambah 1 lagi yaitu memohon maaf atas kesalahan yang pernah di lakukan kepadanya dan  Jika berkaitan dengan hak orang lain, kembalikan hak orang yang dizalimi.

Taubat adalah kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja berbuat dosa. Karena Allah berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.”
(QS. An Nuur: 31)

Sumber : www.muslim.or.id, www.wikipedia.com