Qur'an Surah Al-Hadid:4

"Dan Dia (Allah) bersamamu di manapun kamu berada, Dan Allah Maha melihat apapun yang kamu kerjakan".

HR. Bukhari dan Muslim

"Janganlah seseorang menyuruh berdiri orang lain dari tempat duduknya kemudian ia duduk disitu."

HR. Baihaqi

"Tiga orang yang tidak tertolak doanya: Imam yang adil, orang yang puasa sampai berbuka, dan orang yang dianiaya."

HR. Ahmad

"Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah."

Ali bin Abi Thalib

"Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang menjaga harta."

Minggu, 22 Desember 2013

AKU



Aku bukanlah manusia yang sempurna
Aku sangatlah lemah di hadapan sang Kuasa
Aku sungguh tak berdaya

Aku sering tertipu dengan godaaan dunia
Aku sering melanggar laranganNya
Aku pun sering mengabaikan perintahNya

Aku harus perbaiki diri
Aku tak bisa hidup seperti ini
Aku harus sadar diri
Aku ingin hidup ini lebih berarti

Aku ingin menjadi muslim sejati
Aku punya cita-cita tertinggi
Aku ingin memperoleh ridho ilahi
Aku ingin dirindukan penghuni surgawi

By : Asep Haryono







Rabu, 18 Desember 2013

Namaku Uang


Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga "bisa" merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan 
meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!
Aku tdk mengerti perbedaan orang baik & jahat , tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.
Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.
Aku juga bukan org ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara2 aku
Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.
Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku spt Tuhan, bahkan kerap kali hamba2 Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah pesan jgn jadi hamba uang..
Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?
Aku tdk pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.
Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tdk mampu memperpanjang hidup anda.
Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tdk akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa2 anda, anda harus menghadap sendiri kpd sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.
Saat itu, Tuhan pasti akan hitung2an dgn anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dgn baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?
Ini informasi terakhirku: 
Aku TIDAK ADA DI SURGA,
Jadi jangan cari aku disana.

Salam sayang,
Ttd
..................
(U A N G)

Kewajiban Muslim Terhadap Al-Qur'an


Sesungguhnya kita tidak pernah bisa membalas kebaikan kedua orang tua kita, tapi minimal kita bisa "berusaha" memakai kan mahkota surga untuk mereka
Kewajiban Muslim Terhadap Al-Qur'an

(1)  At Tilawah (dibaca)
Bacalah Al-Qur`an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat bagi pembacanya”.(HR. Muslim)
Hukum  membaca Al-Qur’an dengan benar (memakai tajwid) adalah Fardhu ‘Ain (wajib untuk setiap orang). Hukum  mempelajari ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah (apabila sudah ada dalam kelompok tsb yang menjalankan,  maka gugurlah kewajiban yang lain)


(2) Al Hifzu (dihafal)
Minimal yang dihapal adalah surat-surat pendek untuk bacaan sholat.
Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya (hatinya) tidak ada bacaan Al-Qur`an (yakni tidak memiliki hafalannya) ibarat sebuah rumah yang hendak roboh. (HR. At-Tirmidzi)
(3) Al Fahmu (dipahami)
"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24)
(4) Al A’malu (diamalkan)
Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. " (Qs. Al Ankabut: 49).
Barangsiapa membaca Al-Qur`an dan mengamalkannya, maka -pada hari kiamat- akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya sebuah mahkota yang berkilau, yang sinarnya lebih baik dari sinar mentari, maka keduanya berkata: “Mengapa kami diberi mahkota ini? Maka dikatakan: “Karena anakmu mengambil (membaca dan mengamalkannya) Al-Qur`an”. (HR. Abu Dawud)
(5) Ad Da’wah (disampaikan)
Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari)
Nabi saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).
(6) Ayo kita prioritaskan diri untuk berinteraksi dengan  al-Qur’an sebagaimana kita gunakan waktu untuk berinteraksi dengan  jejaring sosial setiap hari.